Doa Nabi Yunus — Doa Saat Kesulitan
Asal doa ini
Kalimat ini, yang di Indonesia akrab disebut doa Nabi Yunus atau zikir "Lā ilāha illā anta", adalah seruan Nabi Yunus 'alaihissalam dari dalam perut ikan, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Anbiya' ayat 87. Ayat sesudahnya menjelaskan mengapa doa ini begitu dimuliakan: "Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman" (Al-Anbiya' 21:88). Dalam riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ menyebut bahwa tidaklah seorang muslim berdoa dengan kalimat ini untuk suatu urusan kecuali Allah mengabulkannya. Kekuatannya bukan pada pendeknya, melainkan pada urutannya: tauhid lebih dulu (tidak ada tuhan selain Engkau), lalu tasbih (Mahasuci Engkau), baru kemudian pengakuan (aku termasuk orang yang zalim). Orang yang berdoa mengagungkan Allah sebelum menyebut dirinya, lalu memikul tanggung jawabnya tanpa mencari dalih. Di banyak majelis di Indonesia doa ini dibaca dalam jumlah tertentu saat menghadapi musibah; tidak ada riwayat sahih yang menetapkan jumlahnya, dan ayat maupun hadis hanya mensyaratkan doa itu sendiri serta ketulusan hati.
Kapan dibaca
Ketika ditimpa kesempitan berat dan merasa tidak ada jalan keluar — sambil mengakui bagian kesalahan diri sendiri.