Tanggal Hijriah
…
Tanggal Masehi
…

Hari-hari mendatang

Halaman untuk tiap hari raya saat ini masih dalam bahasa Inggris.

Mengapa awal Ramadan di Indonesia bisa berbeda?

Tanggal di halaman ini dihitung, bukan diamati. Kalender Ummul Qura memulai bulan baru jika pada saat matahari terbenam di Makkah bulan masih berada di atas ufuk dan ijtimak (konjungsi) sudah terjadi sebelumnya. Di Indonesia, awal Ramadan, Syawal dan Zulhijah ditetapkan Kementerian Agama melalui sidang isbat, yang menggabungkan hisab (perhitungan) dengan laporan rukyatul hilal dari titik-titik pengamatan di seluruh tanah air. Sejak 2022 pemerintah memakai kriteria MABIMS yang diperbarui: hilal dianggap mungkin terlihat jika tingginya minimal 3° dan elongasinya minimal 6,4°.

Karena itu, awal bulan di Indonesia bisa jatuh sehari setelah Arab Saudi, terutama ketika hilal masih rendah. Ormas juga punya ketetapan sendiri: Muhammadiyah menetapkan awal bulan dengan hisab jauh hari sebelumnya, sementara Nahdlatul Ulama berpegang pada rukyat. Dalam kebanyakan tahun hasilnya sama, tetapi ketika hilal berada di sekitar batas kriteria, Lebaran di Indonesia pernah dirayakan pada dua hari yang berbeda. Untuk puasa dan hari raya, ikuti pengumuman sidang isbat atau ormas yang Anda ikuti; tanggal di halaman ini adalah patokan yang andal untuk keperluan sehari-hari dan untuk membandingkan dengan luar negeri.